Makna Natal

Natal na Corrupiola

Natal sudah di ambang mata.. Tinggal menghitung hari
Pondok-pondok natal ramai menghiasi kota jayapura, lagu-lagu natal sudah bergema sejak awal bulan desember yang membuat makin kentalnya suasana natal tahun ini.

Kalau kita pergi ke Mall, lagu-lagu natal juga sudah terdengar, diskon besar-besaran menyambut natal pun sudah nampak, hiasan-hiasan pun sudah menempati bagian-bagian tertentu dari mall tersebut untuk menimbulkan kesan ceria natal.
Kita pun sibuk dengan segala macam kegiatan menyambut datangnya natal. Tapi di tengah kesibukan kita, apakah kita sempat memikirkan apa makna natal yang sesungguhnya? Apakah natal telah menjadi sekedar tradisi akhir tahun? Apakah segala kesibukan dan pelayanan kita di gereja atau di persekutuan telah menggantikan makna natal?

Melihat kembali semua kegiatan dan tradisi yang kita lakukan dalam menyambut datangnya natal. Apakah tradisi-tradisi tersebut berpusat pada Kristus, sang empunya natal?
Makna natal sama sekali bukanlah buat membeli baju-baju baru atau menbuat kegiatan-kegiatan yang mewah. Tentu saja itu boleh kita lakukan, tetapi jangan sampai itu semua dijadikan fokus dengan mengesampingkan makna natal yang sesungguhnya. Makna natal sesungguhnya adalah terletak pada ayat berikut ini : Yohanes 3:16

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Jadi, natal bagi saya adalah saat untuk memberi, bahkan memberikan yang terbaik dari kita untuk dipersembahkan kepada Allah, sama seperti Allah telah memberi yang terbaik dari diri-Nya, yaitu putra-Nya sendiri. Dan melalui moment natal ini, di setiap hari-hari berikutnya kita bisa mengenang kebaikan Tuhan yang mau turun ke dunia buat menebus dosa-dosa kita.
Semoga di natal tahun ini, dan juga tahun-tahun berikutnya, kita boleh diingatkan lagi apa sih makna natal yang sebenarnya.
Selamat Natal 2012
***

Dok V Jayapura,
Selasa, 18 desember 2012 

****

Tulisan ini dipublikasikan di williputra.com, dan anda baru saja membaca RSS-nya yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *